Petani Tambak di Sayung Demak Alami Kerugian Rp25 Juta akibat Ribuan Ikan Mati Mendadak
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
- visibility 101
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Demak – Ratusan petani tambak di kawasan Sayung, Kabupaten Demak, tengah berduka setelah lebih dari 15 ribu ikan milik mereka mati mendadak. Kejadian ini menyebabkan kerugian hingga mencapai Rp25 juta dan menimbulkan bau tidak sedap di sekitar lokasi tambak.
Pemilik tambak Sukirman mengungkapkan rasa keheranannya atas kejadian tersebut. “Kurang tahu kenapa, tiba-tiba mati semua. Ada lebih dari 15 ribu ekor. Kerugian sekitar 25 juta rupiah,” ujarnya Rabu (11/06).
Jenis ikan yang terdampak antara lain bandeng, nila, dan mujair. Dugaan sementara ada perubahan air saat hujan deras sebelumnya meskipun hingga kini belum ada hasil pasti dari pihak berwenang.
Ribuan bangkai ikan yang mengapung ditambak diperkirakan sudah mati sejak hari Minggu, 8 Juni 2025, sekitar pukul 17.30 WIB. Kejadian ini menimbulkan bau busuk yang menyengat dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Pengawas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, Safril, menyampaikan bahwa kematian ikan kemungkinan besar disebabkan oleh perbedaan salinitas air (kadar garam) yang cukup drastis akibat perubahan kondisi air pasca hujan deras.
“Ikan mati ada kemungkinan karena perbedaan salinitas air saat air mulai surut dan berbarengan dengan curah hujan yang deras. Air dari arah timur ke barat cenderung tawar masuk ke area tambak, menyebabkan ikan stres dan akhirnya mati,” jelasnya.
Hasil investigasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Demak menunjukkan bahwa ikan mulai mengalami stres dan mati saat hujan deras terjadi hari Minggu sore.
Pengujian kualitas air di dua titik berbeda di sekitar tambak menunjukkan pH berkisar antara 7,6 hingga 7,8, dengan tingkat dissolved oxygen (DO) sekitar 5,59 hingga 5,82 mg/L, serta salinitas yang meningkat dari 0,4 hingga 1,2 ppt.

Dinas Lingkungan Hidup berencana akan melakukan pengangkutan bangkai ikan untuk dibersihkan dari lokasi kejadian pada hari ini, Rabu (11/6), guna mengurangi dampak bau dan pencemaran lingkungan.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, Sudarwanto, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan uji kualitas air di lokasi kejadian dan menemukan adanya perubahan kondisi yang menyebabkan ikan mengalami stres.
“Dugaan sementara, perubahan salinitas akibat hujan deras menyebabkan ikan kaget dan berakibat mati,” ujarnya.
Sampai saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian ikan secara mendalam dan mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.
- Penulis: mediagramindo


