Polres Ultimatum 1×24 Jam SAD Jambi Menyerahkan Diri Terkait Pengeroyokan Anggota TNI
- account_circle Pipin
- calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
- visibility 254
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Komandan Brigade Infanteri TP 35/Siginjai, Kolonel Inf Sutaji, S.Sos.,M.Tr.Opsla, menjelaskan kehadiran aparat di lokasi bukan tanpa alasan.

“Kehadiran anggota TNI di perkebunan PT SAL atas permintaan pihak manajemen perusahaan, kepolisian, dan Pemerintah Daerah. Ini karena maraknya aksi pencurian buah kelapa sawit,” ujar Kolonel Sutaji.
Ia menegaskan, tugas anggota TNI di lapangan hanya sebatas monitoring dan mendokumentasikan. Bukan melakukan penindakan langsung terhadap pelaku penjarahan TBS.
“Setiap orang yang merugikan PT SAL, anggota TNI hanya mendokumentasikan dalam bentuk video untuk laporan. Hal ini yang tidak diterima oleh sebagian warga SAD,” tambahnya.
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Sarolangun mengeluarkan ultimatum kepada para pelaku.
“Kami meminta kepada para tamenggung/kepala suku, untuk warga dan anaknya yang sudah kami sampaikan namanya sebanyak 18 orang, dalam waktu 1×24 jam tolong diserahkan kepada Polres,” ungkap Kapolres, Minggu (30/08).

Polisi juga meminta kerja sama para Kepala Suku/Tumenggung Suku Anak Dalam agar warganya yang teridentifikasi bersikap kooperatif.
- Penulis: Pipin


