Prabowo Tebar Benih Padi Dengan Drone di Sumatera Selatan
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
- visibility 98
- print Cetak

Lokasi persawahan di Sumsel yang dikunjungi Presiden Prabowo.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sumsel – Padatnya agenda kerja Presiden Prabowo Subianto hari ini usai menebar benih padi di Sumsel langsung menggelar rapat terbatas (ratas) bersama jajaran menterinya di Istana Kepresidenan Jakarta Rabu (23/04) sore.
Di Istana Kepresidenan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani tiba pukul 04.45 WIB dan langsung masuk ke area dalam Istana.
Saat itu Rosan Roeslani yang berjumpa dengan awak media langsung dicecar pertanyaan. “Laporan saja, nanti ya,” kata Rosan menjawab pertanyaan wartawan mengenai agenda rapat.
Rosan juga tidak menjawab pertanyaan menteri-menteri lainnya yang diundang oleh Presiden untuk rapat terbatas sore ini.
Informasi yang beredar di kalangan wartawan Istana, Presiden juga dikabarkan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Dadan Hindayana. Namun hingga kurang lebih sejam berselang setelah kedatangan Rosan, Dadan belum terlihat kedatangannya di Istana.

Prabowo Subianto kunjungan kerja ke Sumatera Selatan sekaligus menerbangkan Drone tebar benih padi dan bersalaman dengan warga, Rabu (23/04).
Lebih lanjut Presiden pada Rabu pagi bertolak dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Kota Palembang, Sumatera Selatan, untuk memimpin tanam raya serentak dari Kabupaten Ogan Ilir, dan meluncurkan Gerakan Indonesia Menanam (Genari) di Kabupaten Banyuasin.
Setibanya di lokasi, Prabowo langsung meninjau area peningkatan lahan yang sebelumnya berupa rawa dan tidak produktif. Namun, saat ini area tersebut telah dimanfaatkan menjadi area sawah seluas 105 hektare dengan sistem tanam memanfaatkan teknik modern.
“Alhamdulillah hari ini saya diundang oleh Menteri Pertanian dan Gubernur Sumatra Selatan untuk melihat peningkatan lahan dari yg tadinya rawa dan tidak produktif, dan katanya disini adalah tempatnya buaya. Sekarang sedang dibangun 105 ribu hektare sawah dan teknik-teknik yang paling modern di dunia,” kata Prabowo.
- Penulis: mediagramindo


