PUI Muktamar di Medan, Ini Pesan Wapres dan Gubernur Sumut
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
- visibility 103
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyatakan bahwa Persatuan Umat Islam (PUI) menjalin hubungan yang harmonis dan sinergis dengan pemerintah Indonesia. Menurut Wapres, PUI turut aktif berkontribusi dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui program Gerakan Nasional Wakaf Pangan.
Dalam acara penutupan Muktamar Ke-15 PUI di Medan, Gibran menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut.
“Perhatian Presiden terhadap pangan sangat besar. Kami berharap PUI dapat terus bersinergi melalui program Gerakan Nasional Wakaf Pangan,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi provinsinya, yakni tingginya angka penyalahgunaan narkoba. Ia menyebut Sumut saat ini menduduki peringkat tertinggi dalam kasus narkoba di Indonesia dan hal tersebut menjadi penghambat pembangunan daerah.
“Masih ada persoalan mendasar di Sumut, termasuk penyalahgunaan narkoba yang menjadi tantangan utama menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Bobby. Ia menambahkan bahwa sebagai salah satu provinsi terbesar, Sumut memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Bobby juga mengajak seluruh pihak, termasuk PUI di Sumatera Utara, untuk bersatu menuntaskan masalah narkoba.
“Kami mohon izin, jika boleh, PUI di Sumut turut melakukan gerakan serentak untuk menghilangkan narkoba dari daerah ini, bukan menurunkan target, tetapi menghapusnya,” katanya (16/05).
Ketua Umum Majelis Syura PUI Nurhasan Zaidi menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya mampu membangun solidaritas kebangsaan secara besar-besaran. Ia menambahkan bahwa PUI, sebagai organisasi independen yang telah berdiri sejak 1917, memiliki tanggung jawab besar dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan dan keberlanjutan pembangunan bangsa.
“PUI memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan dan menjaga kontinuitas perkembangan bangsa Indonesia,” tuturnya.
Kementerian dan organisasi masyarakat terus memperkuat kolaborasi untuk mencapai berbagai target pembangunan nasional, termasuk ketahanan pangan dan pemberantasan narkoba.
- Penulis: mediagramindo


