SPBU Digerebek Warga Yang Kesal Dibatasi Waktu Pengisian
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 17 Nov 2025
- visibility 90
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lampung Timur – Insiden viral terjadi di sebuah SPBU yang terletak di Jalan Ir Sutami, Srimenanti, Kecamatan Bandar Sribhawono, Minggu malam (16/11). Kejadian ini menjadi perhatian warga dan viral di media sosial setelah warga melakukan penggerebekan terhadap praktik tidak transparan dari pihak SPBU terkait pembatasan pengisian BBM yang menimbulkan keresahan masyarakat.
Kejadian berawal dari keluhan warga yang mengaku mengalami kesulitan mendapatkan BBM jenis solar di SPBU tersebut.
Menurut informasi, petugas SPBU menyampaikan bahwa pengisian terakhir dilakukan pukul 16.00-17.00 WIB, sehingga banyak kendaraan yang sudah antre panjang harus pulang tanpa mendapatkan BBM.
Kondisi ini membuat warga merasa dirugikan karena kebutuhan bahan bakar sangat penting, terutama untuk keperluan pertanian dan transportasi sehari-hari.
Namun, keanehan muncul ketika pukul 21.00 WIB, yang seharusnya sudah selesai beroperasi, dua kendaraan masuk ke dalam area SPBU.
Salah satunya adalah mobil pribadi dan satu mobil truk. Tak lama kemudian, truk tersebut ditutup terpal dan diduga sedang melakukan aktivitas pengisian bahan bakar secara diam-diam.

Warga yang penasaran kemudian memaksa membuka bak truk dan menemukan adanya tangki besar di dalamnya.
Setelah diperiksa, diketahui bahwa pengisian di mesin SPBU sudah mencapai hampir 1 juta liter di kedua sisi tangki, sehingga totalnya sekitar 200 liter.
Informasi ini mengindikasikan adanya praktik penimbunan bahan bakar secara ilegal dan tidak transparan yang dilakukan pihak SPBU.
Kejadian ini memicu kemarahan warga yang merasa dirugikan dan menuding adanya skandal nakal dari oknum pengelola SPBU yang membatasi pengisian BBM demi keuntungan sepihak.
Banyak warga yang menganggap bahwa praktik semacam ini harus segera diusut tuntas agar tidak merugikan masyarakat lebih luas.
Polisi dan pihak berwenang setempat telah menerima laporan terkait insiden ini dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap industri bahan bakar minyak agar praktik-praktik penimbunan dan pembatasan yang merugikan masyarakat dapat diminimalisir.
- Penulis: mediagramindo


