Suami Kabur, Istri Berhasil Diamankan, Korban ART
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
- visibility 78
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BATAM – Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) bernama Intan, warga Loli, Sumba Barat, menjadi korban kekerasan di kawasan elit Bukit Golf Residence, Sukajadi, Batam. Peristiwa penganiayaan ini terungkap setelah Tim dari Forum Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi (Flobamora) mendatangi kediaman pelaku dan menemukan kondisi korban yang mengalami luka lebam parah di wajah dan tubuh, Minggu (22/06)
Menurut keterangan yang dihimpun, korban diduga dianiaya oleh majikannya, Ibu Ros, serta diduga turut disiksa oleh rekan sesama ART atas perintah majikan. Kasus ini langsung mendapat perhatian aparat kepolisian setempat.
Saat ini, pelaku laki-laki yang diduga sebagai majikan kabur dari lokasi kejadian, sementara istri dari pelaku sedang menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Elisabeth Batam Kota untuk mendapatkan perawatan intensif sekaligus proses visum guna dokumentasi medis.
Kerabat korban, Ruben Tamo Ama, menyampaikan bahwa hasil visum dan rontgen telah dilakukan dan akan diserahkan kepada penyidik untuk membantu proses penyelidikan. Ia berharap kasus ini dapat diungkap secara terang benderang dan pelaku diberikan hukuman sesuai perbuatannya.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap pendalaman. Beberapa saksi telah diperiksa untuk mengungkap motif serta kronologi kejadian yang sebenarnya.
“Benar, kejadian itu sedang kami selidiki. Saat ini, majikan korban sedang menjalani pemeriksaan intensif,” ujarnya, Minggu (22/6/2025).
Debby menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendalami kasus ini untuk memastikan keadilan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan melaporkan jika menemukan kasus kekerasan terhadap pekerja rumah tangga.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyoroti lemahnya perlindungan terhadap pekerja rumah tangga di Indonesia. Diharapkan, kasus ini menjadi momentum peningkatan pengawasan dan perlindungan terhadap pekerja yang rentan mengalami kekerasan dan penyiksaan.
- Penulis: mediagramindo


