UMKM Naik Kelas, Program Pelatihan dan Pendampingan BUMN
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
- visibility 103
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyelenggarakan program pelatihan dan pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari strategi sistematis untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Kegiatan ini berlangsung di Gedung The Gade Tower – Pegadaian, Jakarta Pusat, dan diikuti oleh 164 UMKM binaan serta 41 fasilitator dari berbagai Badan Usaha Milik Negara, Jumat (30/05).
Program ini dikembangkan berdasarkan data yang dikumpulkan melalui platform Naksir UMKM, sebuah aplikasi profiling yang mengklasifikasikan tingkat kematangan bisnis UMKM ke dalam empat kategori.
Melalui pendekatan berbasis data ini, Kementerian BUMN menyusun kurikulum pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing tahap perkembangan bisnis UMKM.
Menteri BUMN Erick Thohir melalui Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Fasilitasi Dukungan Strategis Rachman Ferry menyampaikan bahwa transformasi UMKM harus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas UMKM tidak bisa diberikan secara seragam, melainkan harus disesuaikan dengan klasifikasi yang jelas agar pendampingan dapat lebih tepat sasaran, khususnya dalam tahap transisi dari level menengah ke tingkat yang lebih matang.
Pelatihan ini mencakup berbagai aspek penting untuk pengembangan bisnis UMKM, antara lain:
– Sertifikasi produk (Halal dan BPOM) oleh lembaga terkait
– Optimalisasi pengelolaan keuangan dengan pendampingan dari OJK
– Penguatan merek dan pemasaran digital melalui pelatihan fotografi, copywriting, serta optimalisasi media sosial
– Peningkatan akses point of sales melalui dukungan dari Telkom Indonesia
Selain itu, program ini melibatkan sejumlah BUMN pendukung seperti Pegadaian, Mind ID, PNM, ID FOOD, IFG, Krakatau Steel, dan Danareksa. Mereka berperan dalam menyediakan akses pembiayaan, logistik, dan solusi digitalisasi usaha bagi UMKM.
“Ini merupakan bagian dari peta jalan jangka panjang Kementerian BUMN dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda Pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional,” ujar Ferry.
Kementerian BUMN berkomitmen memperluas dampak program ini ke berbagai wilayah di Indonesia dengan mengadopsi pendekatan berbasis data dan kolaborasi strategis. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kapasitas UMKM dan memperkuat posisi mereka dalam perekonomian nasional.
- Penulis: mediagramindo


