Usai Viral Kerusakan Raja Empat, Pemerintah Hentikan Operasi Pertambangan
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
- visibility 115
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memutuskan untuk menghentikan sementara operasi pertambangan nikel dari PT GAG Nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya.
“Kami untuk sementara, kita hentikan operasinya sampai dengan verifikasi lapangan,” ujar Bahlil dalam jumpa pers di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Kamis (05/06).
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengerahkan tim Polisi Khusus Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Polsus PWP3K) untuk menyelidiki dugaan kerusakan lingkungan di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Langkah ini ditempuh menyusul kekhawatiran terhadap dampak pertambangan nikel yang diduga mengancam ekosistem dan potensi pariwisata di wilayah tersebut.
Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Pung Nugroho Saksono atau Ipunk mengungkapkan, tim Polsus telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung.
“Kami sudah menurunkan tim ke sana, dari Polsus. Saat ini, mereka tengah melakukan investigasi terkait dugaan kerusakan lingkungan,” ujarnya di sela acara Hari Internasional Melawan Penangkapan Ikan Ilegal, Tidak Dilaporkan, dan Tidak Diatur (IUU Fishing) 2025 di Jakarta, Kamis (05/06).
Ipunk menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya, termasuk kementerian dan lembaga yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan lingkungan dan pariwisata, guna menangani masalah tersebut secara komprehensif. “Kami akan koordinasi dengan semua pihak terkait yang menangani isu ini. Setelah tim kami selesai melakukan pengecekan, kami akan menyampaikan perkembangan terkini,” katanya.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan kawasan Raja Ampat. Ia menyatakan akan melakukan koordinasi intensif dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk menindaklanjuti hasil investigasi tersebut.
“Mengenai isu nikel ini, kita akan koordinasi dengan kementerian terkait. Yang pasti, kita harus menjaga kawasan ini agar tetap lestari dan berkelanjutan,” ujar Trenggono.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa lokasi tambang nikel di Pulau GAG berjarak sekitar 30 hingga 40 kilometer dari kawasan pariwisata utama Raja Ampat, termasuk Pulau Piaynemo. Ia menegaskan pentingnya perlindungan terhadap kawasan wisata yang menjadi ikon Indonesia tersebut.
“Pulau Piaynemo dan Pulau GAG berjarak sekitar 30-40 kilometer. Kawasan Raja Ampat adalah wilayah pariwisata yang harus kita jaga kelestariannya. Meski ada kawasan yang digunakan untuk pertambangan, kita harus memastikan keberlanjutan dan pelestarian lingkungan,” kata Bahlil di Jakarta.
Dukungan terhadap perlindungan kawasan wisata dan ekosistem Raja Ampat ini menjadi perhatian utama pemerintah, mengingat kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari terbaik di Indonesia dan dunia.
Pemerintah berharap, langkah-langkah penegakan hukum dan pengawasan lingkungan dapat menjaga keaslian dan keberlanjutan kawasan tersebut dari ancaman kerusakan akibat aktivitas industri ekstraktif.
- Penulis: mediagramindo


