Tari Asal Riau Tranding Di Luar Negeri, Ini Buktinya
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
- visibility 112
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mediagramindo – Sebuah tarian tradisional yang dikenal dengan sebutan “Togak Luan” dari Kabupaten Kuantan Singingi kembali mencuri perhatian netizen di media sosial. Video penampilan bocah yang berperan sebagai “togak luan” dalam permainan tradisional pacu jalur ini viral dan menjadi tren baru yang dikenal sebagai “aura farming”.
Untuk diketahui istilah “aura farming” merujuk pada tindakan melakukan sesuatu yang keren secara alami tanpa berusaha terlalu keras, sehingga terlihat otentik dan memancarkan aura positif. Sebaliknya, jika seseorang terlalu berusaha tampil keren, aura tersebut bisa hilang karena terasa tidak alami.
Tidak hanya di kalangan pengguna lokal, tren ini bahkan mendapat perhatian dari berbagai kalangan internasional.
Video tarian bocah tersebut viral di TikTok dan menjadi sorotan banyak orang. Bahkan, penyiar televisi internasional dan pecinta olahraga sepeda dari Prancis turut memperagakan gaya “Togak Luan” dalam berbagai momen.

Troly yang digunakan untuk mengambil barang keperluan dirumah menjadi ajang tarian “Togak Luan” oleh beberapa pekerjaan di supermarket luar negeri sambil berdiri diatasnya. Olahragawan speedboat tidak ketinggalan tarian asal Riau ini.

Salah satu contoh yang menarik adalah seorang wanita yang sedang berada di atas kapal pesiar, berdiri di atas dek kapal layaknya dalam film Titanic, melakukan gerakan tarian Togak Luan dengan penuh percaya diri.

Selain itu, Jett Lawrence, pembalap motocross asal Australia yang berhasil meraih kemenangan di kelas 450cc di ajang RedBud pada akhir pekan 4 Juli, juga memperagakan gaya “Toga Luan” di berbagi platform media sosial.

Populerannya “Togak Luan” hingga mendunia ini menunjukkan bagaimana budaya tradisional Indonesia mampu menjadi tren global melalui media sosial. Dukungan dari berbagai kalangan, termasuk figur internasional, menambah kekuatan penyebaran dan popularitasnya, Minggu (06/07).
Budaya dan kearifan lokal menjadi bukti bahwa keaslian dan keotentikan dalam melakukan sesuatu dapat menimbulkan aura positif dan menarik perhatian banyak orang.
Fenomena “aura farming” ini menunjukkan bahwa dalam era digital, keaslian tetap menjadi kunci untuk menonjol dan mendapatkan pengakuan.
Video : Instagram @Mediagramindo
- Penulis: mediagramindo


