75 Tahun Hubungan Indonesia – Cina, Apa Kata Sejarawan
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
- visibility 92
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Beijing – Sejarawan Yuval Noah Harari dalam buku terbarunya Nexus (2024) berargumentasi bahwa manusia tidak perlu mengenal satu sama lain secara personal, tapi hanya perlu tahu satu cerita yang sama, dan cerita itu juga diketahui oleh miliaran orang lain sehingga menjadi penghubung utama pemahaman masyarakat dalam jumlah tak terbatas.
Cerita tersebut juga membentuk persepsi mengenai banyak hal. Contohnya, survei ASEAN People’s Perceptions 2024 menunjukkan persepsi masyarakat ASEAN terhadap China, satu dari sembilan negara mitra ASEAN yang disurvei, adalah sebagai negara paling penting bagi masa depan Asia Tenggara dengan angka 31,95 persen dari 2.028 responden dari 11 negara Asia Tenggara
Sayangnya, berdasarkan survei yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan The Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) itu, China menjadi negara kedua yang paling mungkin mencampuri urusan politik negara-negara ASEAN, yaitu 36,34 persen di bawah AS (44,38 persen) dan juga sebagai mitra paling tidak terpercaya dan tidak diandalkan (32,5 persen).
Dari perspektif ekonomi, China dinilai sebagai mitra paling menguntungkan bagi pertumbuhan ASEAN dengan persentase sebesar 43,93 persen, terlebih terminologi Belt and Road Initiative (BRI) diketahui oleh 78,01 persen responden.
Meskipun survei ini tidak secara khusus menyoroti responden dari Indonesia, tapi terdapat 504 responden Indonesia (25 persen dari total). Sebanyak 33,33 persen responden Indonesia menilai Tiongkok sebagai mitra paling relevan untuk masa depan ASEAN tapi ada 21,63 persen yang menilai China sebagai mitra paling tidak terpercaya dan 21,63 persen sebagai mitra yang paling tidak patuh terhadap hukum internasional.Secara umum, kekuatan China terlihat jelas, negara itu dianggap sebagai pemimpin dalam kerja sama ekonomi dengan ASEAN, tetapi perlu mengatasi kekhawatiran terkait niatnya di bidang keamanan. Menariknya, responden juga mencatat China sebagai negara dengan soft power terkuat yaitu 26,04 persen sehingga pengaruh budaya dan politik China menonjol.
- Penulis: mediagramindo


