Operasi Tim Gabungan TNI AL Berhasil Gagalkan 2 Ton Narkoba
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
- visibility 123
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kepulauan Riau – Sebuah operasi besar yang melibatkan gabungan unsur TNI Angkatan Laut, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba dalam jumlah besar di perairan Kabupaten Karimun.
Keberhasilan ini menambah daftar panjang keberhasilan aparat keamanan dalam memberantas peredaran narkoba melalui jalur laut di wilayah tersebut.
Informasi penangkapan ini mulai menyebar luas di media daring dan media sosial pada hari Rabu (24/5), dengan sejumlah media menyebutkan bahwa narkoba yang berhasil disita mencapai 1,8 hingga 2 ton.
Namun, pejabat resmi dari wilayah Kepri hingga saat ini belum memberikan konfirmasi resmi terkait angka pasti dan rincian penangkapan tersebut.
Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, yang dihubungi di Batam, enggan memberikan komentar lebih jauh.
“Saya belum bisa memberikan informasi, saya pikir cukup ya,” ujarnya saat ditanya mengenai penangkapan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang fokus mengungkap beberapa kasus narkoba lainnya yang sedang ditangani bersama Bareskrim Polri di wilayah Tanjung Balai Karimun.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Kepri, Brigjen Pol. Hanny Hidayat, membenarkan adanya pengungkapan besar tersebut. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama sinergis antara BNN, TNI AL, dan Bea Cukai.
“Ini adalah operasi gabungan, dan kami sedang menghitung jumlah barang bukti narkoba yang disita dari kapal asing bernama Sea Dragon yang kedapatan melintas di perairan Karimun,” katanya.
Hanny belum merinci berapa total narkoba yang berhasil diamankan dari kapal tersebut, namun ia menyebut bahwa tim gabungan saat ini sedang fokus menghitung dan memverifikasi barang bukti yang diselundupkan melalui lambung kapal. “Belum dihitung secara pasti, nanti akan ada rilis lengkapnya,” tambahnya.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial dan informasi dari sejumlah media daring, narkoba dalam jumlah ton tersebut diduga disembunyikan dalam lambung kapal, yang melibatkan warga negara asing maupun warga negara Indonesia.
Kapal yang diduga terlibat, bernama Sea Dragon, saat ini masih dalam proses penyelidikan di Karimun dan akan dibawa ke Pelabuhan Bea Cukai Tanjung Uncang, Batam.
Selain penggagalan tersebut, kejadian serupa juga pernah terjadi sebelumnya. Pada Jumat (16/5), TNI AL juga berhasil menyita sekitar 2 ton narkoba di Selat Durian, Karimun, yang terdiri dari 1.285 gram kokain dan 768 gram sabu. Keberhasilan ini menunjukkan tingkat kesiapsiagaan aparat keamanan dalam memberantas peredaran narkoba di perairan Kepri yang rawan menjadi jalur masuk narkotika dari luar negeri.
Kedatangan tim dari BNN RI dari Jakarta ke Kepri juga telah dipastikan, dan mereka dijadwalkan akan menyampaikan keterangan resmi terkait pengungkapan ini pada Senin (26/5) mendatang.
Pemerintah dan aparat keamanan terus berkomitmen memberantas penyelundupan narkoba yang semakin canggih dan mengancam generasi bangsa.
Pengungkapan ini menjadi bukti bahwa sinergi antar lembaga sangat penting dalam menjaga keamanan nasional dari ancaman narkoba yang terus berkembang di jalur laut.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mendukung upaya-upaya pemberantasan narkoba demi keamanan dan masa depan bangsa..
- Penulis: mediagramindo


