Warga Desa Talibura dan Sekitarnya Panik Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
- visibility 82
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nusa Tenggara Timur – Ratusan warga di sekitar Desa Talibura, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, berhamburan dan panik usai Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami erupsi besar pada Selasa sore, sekitar pukul 17.35 WITA.
Gunung Lewotobi Laki-laki, yang termasuk salah satu gunung berapi aktif di wilayah tersebut, meletus dengan kolom abu setinggi sekitar 10.000 meter di atas puncaknya, atau sekitar 11.584 meter di atas permukaan laut, sebagaimana dilaporkan dari TribunFlores.com.
Kolom abu berwarna kelabu ini condong ke berbagai arah, termasuk utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, dan barat laut, menandakan arah penyebaran abu yang cukup luas.
Erupsi ini juga disertai awan panas yang menyebar ke segala arah, dan terekam dalam data seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 47,3 mm serta durasi sekitar 7 menit.
Pos pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki melaporkan bahwa aktivitas ini cukup dahsyat dan berlangsung cukup lama, menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat sekitar.
Dampak langsung dari erupsi dirasakan warga di desa-desa yang berdekatan, terutama di Desa Pululera dan Waiula, Kecamatan Wulanggitang, yang berjarak lebih dari tujuh kilometer dari pusat erupsi.
Mereka mengalami hujan kerikil dan pasir yang menyelimuti wilayah mereka. Kepala Desa Pululera, Paulus Sony Sang Tukan, menyatakan bahwa warga di desa tersebut telah melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman, seperti Desa Nileknoheng.
“Warga sudah mengungsi, tinggal beberapa orang saja. Ada yang berkumpul di gereja dan sebagian lagi berangkat menggunakan motor dan mobil,” ujar Tony Tukan, perangkat desa setempat.
Selain itu, warga yang melihat langsung kejadian mengabadikan momen erupsi tersebut melalui gambar dan video. Mereka juga mengungkapkan kekhawatiran akan dampak lanjutan dari aktivitas gunung berapi ini.
- Penulis: mediagramindo


