Enam Bank Akan Disuntik Dana 200 Triliun, Ini Strateginya
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
- visibility 108
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana penyuntikan dana sebesar Rp 200 triliun ke enam bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Syariah Nasional (BSN).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi dan meningkatkan likuiditas perbankan nasional.
Dalam keterangan persnya di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (11/9/2025), Menkeu Purbaya menyatakan bahwa saat ini pihaknya belum dapat memastikan dampak ekonomi langsung dari penempatan dana tersebut.
Ia menegaskan bahwa langkah ini masih dalam tahap percobaan dan akan dievaluasi secara berkala.
“Ini adalah percobaan pertama, kita taruh dulu segitu. Dalam satu atau dua minggu ke depan, kita lihat dampaknya ke ekonomi seperti apa. Kalau masih kurang, bisa kita tambah lagi,” ujar Purbaya.
Menurutnya, dana sebesar Rp 200 triliun tersebut berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) milik negara di Bank Indonesia (BI), yang saat ini mencapai Rp 440 triliun.
Hampir separuh dari SAL tersebut akan diputarkan kembali ke bank-bank Himbara agar dapat lebih aktif dalam menyalurkan kredit dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Daripada uang itu hanya menganggur, lebih baik kita salurkan. Kalau nanti dirasa kurang, kita akan tambah lagi. Kan uang negara terus bertambah, termasuk dari penerimaan pajak,” jelas Purbaya.
Rencananya, dana tersebut akan mulai diluncurkan ke bank-bank Himbara pada Jumat (12/9/2025). Kementerian Keuangan akan mengatur skema distribusi dana dan mekanisme penggunaannya agar tepat sasaran serta memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran bank-bank pelat merah dalam menyalurkan kredit kepada pelaku usaha dan masyarakat, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia dari dampak perlambatan global dan pandemi COVID-19.
Pemerintah berkomitmen tingkatkan likuiditas dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inovasi kebijakan fiskal dan perbankan yang tepat sasaran.
- Penulis: mediagramindo


