Isu Tidak Sedap Datang Dari Menteri Era Presiden Jokowi
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
- visibility 105
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Nama Nadiem Makarim hari ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan berita nasional. Sosok mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini disebut-sebut berpeluang diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) periode 2019-2023.
Kasus tersebut menimbulkan perhatian publik karena diduga merugikan negara sebesar Rp 9,9 triliun. Meski demikian, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Harli Siregar, menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.
Penggeledahan sudah dilakukan di dua apartemen berbeda yang diduga milik staf khusus Mendikbudristek, Fiona Handayani dan Jurist Tan. Keduanya diketahui merupakan staf khusus Nadiem Makarim saat menjabat Menteri Pendidikan.
Harli Siregar juga menyebutkan bahwa kemungkinan Nadiem Makarim akan dipanggil dan diperiksa dalam proses penyidikan. Ia menambahkan bahwa pihak penyidik memiliki kewenangan untuk menentukan siapa saja yang akan dipanggil sesuai kebutuhan penyidikan, Rabu (28/05).
Sebagai informasi, Nadiem Makarim yang memiliki nama lengkap Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A., pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dalam dua periode di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo, yakni sejak 23 Oktober 2019 hingga 28 April 2021.
Setelah tidak lagi menjabat, nama Nadiem tetap menjadi perhatian publik terkait berbagai isu di dunia pendidikan nasional.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap keterlibatan pihak-pihak terkait dalam kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook tersebut.2019-2023
Publik menantikan perkembangan terbaru dari kasus ini yang dianggap memiliki dampak besar terhadap keberlangsungan pendidikan di Indonesia.
- Penulis: mediagramindo


