Kekerasan Anggota Brimob Kembali Terulang, Pelajar Tsanawiyah Tewas Usai di Aniaya
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
- visibility 156
- print Cetak

Darah pelajar Tsanawiyah mengalir dijalan usai dianiaya Brimob
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ia menilai bahwa hal ini menjadi indikator bahwa reformasi kepolisian di Indonesia masih belum berjalan optimal dan perlu dilakukan secara menyeluruh.
Usman Hamid juga menegaskan bahwa kekerasan yang terus terjadi berpotensi memperkuat budaya impunitas dan kekerasan di tubuh kepolisian.
Ia mendesak Presiden Indonesia untuk segera memanggil Kapolri dan memerintahkan reformasi menyeluruh serta investigasi mendalam terhadap seluruh kasus kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian.
Langkah ini penting agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dapat pulih dan hak asasi warga dilindungi secara maksimal.
Sebelumnya, insiden kekerasan yang tak beradab dilakukan oknum anggota Brimob Pelopor C Kota Tual terhadap seorang siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) di Maluku Tenggara (Malra).
Korban, Arianto Tawakal, yang berusia 14 tahun, dilaporkan meninggal dunia diduga akibat penganiayaan oleh oknum anggota Brimob tersebut pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kejadian ini menimbulkan kecaman dari berbagai kalangan dan menambah daftar panjang kasus kekerasan aparat yang memerlukan penanganan serius dari pemerintah.
- Penulis: Admin


