Kejar Lokasi Pemusnahan Amunisi Usai Meledak, Warga Sipil Jadi Korban
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 12 Mei 2025
- visibility 79
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jabar – Usai ledakan kuat terdengar dari kejauhan, tidak lama berselang warga kejar lokasi pemusnahan amunisi tidak layak pakai menggunakan sepeda motor, diduga penyebab koban sipil tewas di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut, Senin (12/05).
Adapun nama korban usai ledakan pemusnah amunisi tidak layak pakai :
Sipil
1. Agus Bin Kasmin, warga Kampung Cimerak, Kecamatan Cibalong (MD)
2. Ipan Bin Obar, warga Kampung Cimerak, Kecamatan Cibalong (MD)
3. Anwar Bin Inon warga Kampung Cidahon, Kecamatan Pameungpeuk (MD)
4. Endang, warga Singajaya, Garut (MD).
5. Yus Ibing bin Inon, warga Kampung Cidahon, Kecamatan Pameungpeuk (MD).
6. Iyus Rijal, warga Kampung Cimerak, Kecamatan Cibalong (MD).
7. Toto, warga Kampung Cimerak, Kecamatan Cibalong (MD).
8. Dadang, warga Kampung Sakambang, Kecamatan Cibalong (MD).
9. Rustiawan, warga Kampung Cimerak, Kecamatan Cibalong (MD).
TNI :
10. Kolonel CPL ANTONIUS HERMAWAN. ST. MM, Tim GUPUSMU 3 Jakarta (MD).
11. Mayor COL ANDA ROHANDA, Tim GUPUSMU 3 Jakarta (MD).
12. KOPDA ERI DWI PRIAMBODO, Tim GUPUSMU 3 Jakarta (MD).
13. PRATU APRIL SETIAWAN, Tim GUPUSMU 3 Jakarta (MD).
Sementara itu Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi membenarkan ada 13 orang yang meninggal dunia, empat di antaranya prajurit TNI akibat peledakan amunisi kedaluwarsa di lokasi tersebut.

Seluruh korban jiwa yang meninggal di tempat telah dievakuasi dari lokasi ledakan menuju RSUD Pameungpeuk untuk autopsi dan pemulasaraan jenazah.
Camat Cibalong, Dianavia Faizal, mengatakan pihaknya sudah mendapat pemberitahuan ihwal rencana pemusnahan amunisi dari TNI sekitar satu minggu sebelumnya.
Warga pun disebut Faizal sudah terbiasa dengan kegiatan pemusnahan amunisi tidak layak pakai di kawasan tersebut.
Diberbagai platform Media Sosial terdengar suara didalam video peringatan usai ledakan pertama terjadi agar warga tidak mendekat.
“Waspadai waspadai pecahan masih nyembur tahan masyarakat yang mendekat, kasih jeda kasih jeda masyarakat pada kebut-kebutan,” kata perekam video.
Pihak TNI saat ini tengah melakukan investigasi internal dan berkoordinasi dengan aparat terkait, termasuk kepolisian dan BKSDA, guna mengamankan lokasi dan menelusuri penyebab pasti ledakan.
“Penyelidikan menyeluruh akan kami lakukan untuk memastikan tidak terulangnya insiden serupa,” kata Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat.
- Penulis: mediagramindo


