Kementerian ESDM ke Sumut : Pasokan Energi Aman Jelang Lebaran
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
- visibility 956
- print Cetak

Pasokan Energi di Sumut Aman Jelang Lebaran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sumut – Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Erika Retnowati, melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara, Minggu (23/3/2025).
Kunker digelar dalam rangka mengecek persiapan energi dan kehandalan listrik agar masyarakat melaksanakan mudik dan Lebaran Idulfitri 1446 H dengan lancar.
Bersama rombongan, Erika melakukan kunker ke sejumlah titik. Kunker pertama ia meninjau kantor PLN UID Sumut, kemudian melanjutkan perjalanan ke Pangkalan Gas di jalan Yos Sudarso, SPBU Putri Hijau, kemudian kunjungan ke Kantor PGN Sumut dan kunjungan terakhir ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Sumbagut di Belawan.
Erika mengatakan, dari hasil peninjauan bagian Gas, Bahan Bakar Minyak, dan listrik untuk wilayah Sumut khususnya Medan terpantau aman hingga Lebaran nanti.
“Selain stoknya secara kuantitas aman, kami juga melakukan pengecekan secara kualitas, misalnya pada saat kunjungan di SPBU, kami melakukan pengecekan untuk melihat kualitas BBMnya,” katanya.
Tim Erika melakukan pengecekan untuk BBM jenis pertalite, pertamax dan pertamax turbo.
“Dari hasil pengecekan semua sesuai persyaratan yang ditetapkan Dirjen Migas. Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir terkait BBM yang disiapkan pihak Pertamina termasuk juga Pertamax,” ucapnya.
Ukuran volume minyak juga, kata Erika sudah memenuhi target.
“Volume BBM ukurannya ketika dikeluarkan 1liter dari Nozzle memang penuh bahkan ada yang lebih dari 1 liter. Jadi tidak perlu khawatir baik dari sisi kualitas maupun kuantitas semua aman,” ucapnya.
Sementara itu, untuk kebutuhan LPG jelang Lebaran, pihaknya juga sudah melakukan pengecekan.
“Dari hasil pengecekan LPG salah satu pangkalan di Medan, kami lihat mereka juga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 17.000,” jelasnya.
Begitupun untuk stok gas, kata Erika juga aman. Dan pihaknya melakukan timbangan untuk tabung LPG.
“Stok gas itu diprediksi cukup sampai 11 hari ke depan. Termasuk juga volumenya. Kami juga mengecek dan menimbang tabung LPG dari hasil timbangN itu beratnya 8 kg artinya ukurannya sudah benar ukurannya bahwa tabungnya 5 kg isinya 3kg. Jadi pas totalnya 8kg,” ujarnya.
Erika juga menjelaskan dirinya melakukan kunker kantor PGN Sumut. Di sana mereka mengecek kontrol atas pengaliran gas bumi termasuk untuk Jaminan Gas (Jargas) rumah tangga.
“Dari hasil pantauan, cukup banyak sebenarnya Jargas di Sumut sekitar 46 ribu sambungan jargas rumah tangga,” ucapnya.
Ia berharap, agar ke depan banyak warga Sumut yang memanfaatkan Jargas untuk kebutuhan rumah tangga.
“Rencana untuk se-Sumatera ditargetkan 30 ribu sambungan gas di tahun ini,”jelasnya.
Sementara itu, General Manager Sales and Operation Region I PT PGN Andi Sangga menyebutkan pihaknya sudah memasok jaringan gas jelang Lebaran.
“Kita sudah siapkan stok selama 10 hari untuk gas pipa yang kami simpan di Pipa Arun Belawan selain itu kami masih ada persedian LNG yang sewaktu-waktu jika ada gangguan pasokan dari pemasok kita, kita bisa gantikan LNG,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Kementerian ESDM Erika Retnowati juga melakukan kunker ke Kantor PLN UID Sumut.
Dalam kunjungan itu, Erika meninjau kesiapan pasokan listrik pada Ramadan dan Idulfitri dan peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Launge PLN UID Sumatera.
Dari hasil tinjauannya kebutuhan listrik aman di Sumut. Pihaknya juga menyiapkan 70 SPKLU se-Sumbagut.
Sementara itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jisman P Hutajulu mengatakan, secara nasional kebutuhan listrik menjelang lebaran cukup dan aman.
Hal itu dikarenakan, biasanya saat Lebaran, itu industri pada tutup sehingga turun untuk bebannya bahkan turun sekitar 29 persen,” tuturnya.
Sementara untuk Sumut, normal kekuatan listrik 7,7 gigawatt (GW) namun pada saat Lebaran kekuatan listrik menurun 6,65 GW
“Artinya ada 1,1 GW, yang harus dimatikan pembangkit kita. Jadi cukup aman listrik di Sumut,” ucapnya.
Diterangkannya, pihaknya juga menyiapkan tempat SPKLU baik itu di Jakarta maupun Sumut.
“Karena sudah banyak masyarakat menggunakan kendaraan listrik maka ini harus diantisipasi kalau secara nasional itu pengguna kendaraan listrik tumbuh 6,5 kali lipat. Kalau di Sumut 4-5 kali lipat pengguna kendaraan listrik jadi SPKLU sudah disiapkan sepanjang perjalanan menuju tempat wisata,”jelasnya.
- Penulis: mediagramindo


