KPK Panggil Kepala Bulog Jateng dan Puluhan Saksi Terkait Kasus Korupsi Bansos Beras PKH, Kerugian Negara Rp 200 Miliar
- account_circle Pipin
- calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
- visibility 51
- print Cetak

Kepala Perum Bulog Wilayah Jawa Tengah Sri Muniati (Foto: ANTARA)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sementara dari Jember, Jawa Timur, penyidik juga memanggil pejabat Dinsos PPPA Kabupaten Jember, seperti Kadinsos Lingga Diputra, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Muhammad Rizqi Fajri, hingga para koordinator dan pendamping PKH setempat.
Langkah ini melanjutkan pemeriksaan pada Senin (7/9/2026), ketika KPK meminta keterangan dari 27 saksi lain, termasuk mantan Kadinsos Provinsi Jawa Timur Alwi, serta ASN dan pendamping sosial wilayah Semarang, Surabaya, Bondowoso, Blitar, Tulungagung, dan Madiun.
Penyidikan kini menelusuri jalur distribusi bansos hingga ke tingkat Bulog, pemerintah daerah, Korkab PKH, dan pendamping PKH di daerah, karena bantuan beras Bulog diduga berhenti di kelurahan dan tidak sampai ke KPM.
Pemeriksaan massal ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan korupsi bansos beras Kemensos yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp 200 miliar.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka perorangan dan dua tersangka korporasi, yakni Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik/DNR Logistics), Edi Suharto (Staf Ahli Menteri Sosial), Kanisius Jerry Tengker (Dirut DNR Logistics 2018–2022), serta PT Dosni Roha Indonesia dan DNR Logistics.
- Penulis: Pipin


