Mahasiswa Papua Pegunungan Serukan Hentikan Perang Suku di Wamena
- account_circle Pipin
- calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
- visibility 236
- print Cetak
Mahasiswa Serukan Aksi Damai Suku-suku di Papua Pengunungan, Jumat (15/05).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PAPUA PEGUNGAN – Mahasiswa asal Lani Jaya, Yahukimo, dan Jayawijaya bersuara bersama mendesak penghentian perang suku yang terjadi di Wilayah Distrik Wouma Wamena Papua Pegunungan. Seruan itu disampaikan dalam pernyataan sikap bersama pada Jumat, 15 Mei 2026.
Dalam pernyataan tersebut, para mahasiswa menilai konflik antarsuku sangat merugikan masyarakat Papua sendiri dan mengancam masa depan generasi muda di wilayah pegunungan.
“Jangan Saling Hancurkan Sesama Papua,” tegas mereka dalam pernyataan sikap.
Mahasiswa menyoroti jumlah penduduk Papua di daerah pegunungan yang tidak banyak. Menurut mereka, konflik berkepanjangan hanya akan membawa penderitaan bagi masyarakat sendiri.
“Kita ini tinggal sedikit, bukan banyak. Jangan sampai kita saling menghancurkan sesama saudara sendiri,” kata perwakilan mahasiswa.
KNPB Ajak Suku Dani dan Suku Lani Berdamai
Seruan damai juga datang dari Komite Nasional Papua Barat KNPB Se-Lapago. Melalui Ketua KNPB Balim Mardi Heluka, KNPB mengajak keluarga Suku Dani dan Suku Lani yang saat ini terlibat konflik untuk berdamai.
- Penulis: Pipin


