Pasokan Listrik Iran Terancam Dimusnahkan Donald Trump
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
- visibility 274
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mediagram – Ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah berpotensi memperburuk volatilitas harga energi global dan meningkatkan biaya logistik perdagangan internasional. Namun, dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia dinilai terbatas, mengingat porsi ekspor ke kawasan tersebut relatif kecil.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah oleh Indonesia Eximbank Institute menunjukkan bahwa ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2 persen dari total ekspor nasional.
Sementara itu, impor dari kawasan tersebut mencapai 3,9 persen dan sebagian besar didominasi oleh komoditas energi seperti minyak dan gas. Hal ini menunjukkan bahwa eksposur langsung Indonesia terhadap konflik di Timur Tengah tidak signifikan.
Sebagian besar ekspor Indonesia masih diarahkan ke kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, Amerika Utara, Asia Selatan, dan Eropa Barat.
Kondisi ekonomi di wilayah-wilayah tersebut lebih berpengaruh terhadap kinerja ekspor nasional dibandingkan kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, ketegangan di Timur Tengah semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melakukan serangan terhadap pembangkit listrik Iran jika mereka tidak membuka Selat Hormuz secara penuh.
- Penulis: Admin


