Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Eka Sakti untuk Pengelolaan Sampah Berbasis IoT
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
- visibility 97
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Padang – Pemerintah Kota Padang menjajaki peluang kerja sama dengan Universitas Eka Sakti (UNES) dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah terintegrasi berbasis Internet of Things (IoT). Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di kota tersebut yang setiap hari menghasilkan sekitar 750 ton limbah.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut langsung kunjungan perwakilan dari UNES di kediaman resminya pada Kamis (3/7/2025). Dalam kesempatan tersebut, dia menegaskan pentingnya pendekatan yang cerdas dan sistematis dalam mengatasi persoalan sampah yang semakin kompleks di Kota Padang.
“Kita saat ini tengah fokus pada pengendalian sampah terpadu. Angka sampah yang dihasilkan mencapai 750 ton per hari, ini angka yang cukup besar dan memerlukan solusi inovatif,” ujar Fadly Amran.
Selain itu, Wali Kota menjelaskan bahwa Pemko Padang telah melakukan berbagai upaya pengurangan volume sampah, seperti program Bank Sampah, budidaya maggot untuk pengelolaan limbah organik, serta mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi nasabah Bank Sampah. Namun, ia mengakui bahwa langkah-langkah tersebut belum berjalan optimal dan membutuhkan pendekatan yang lebih modern dan pintar.
“Kami percaya bahwa konsep smart waste management, termasuk edukasi kepada masyarakat agar memilah sampah sejak dini, adalah solusi masa depan,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa edukasi langsung kepada masyarakat akan terus digencarkan melalui berbagai lomba dan kegiatan di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW.
Pemko Padang berencana membangun fasilitas pengelolaan sampah modern seperti TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle), RDF (Refuse-Derived Fuel), serta menambah armada becak motor (bentor) untuk mendukung distribusi sampah dari pemukiman ke tempat pengolahan.
Sementara itu, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNES menjelaskan bahwa sistem pengelolaan sampah berbasis IoT yang ditawarkan merupakan sistem digital terintegrasi dari hulu ke hilir.
Sistem ini diharapkan mampu memonitor dan mengelola sampah secara efisien dan transparan, mendukung upaya kota dalam mengurangi volume sampah dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi inovasi dalam pengelolaan sampah di Kota Padang, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
- Penulis: mediagramindo


