Perang Pecah, Thailand dan Kamboja Saling Serang
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
- visibility 99
- print Cetak

Perang Thailand dan Kamboja pecah, Kamis (24/07).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kamboja – Peristiwa bentrokan militer antara Thailand dan Kamboja kembali memanas pada Kamis (24/7), dengan kedua negara saling tuding sebagai pihak yang memulai serangan di wilayah perbatasan. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik yang sempat mereda beberapa waktu lalu.
Menurut laporan dari Angkatan Bersenjata Thailand, mereka menuding Kamboja menyerang pangkalan militer mereka yang berlokasi di Provinsi Surin, Sebaliknya, militer Kamboja mengklaim bahwa pasukan Thailand terlebih dahulu meluncurkan roket ke wilayah provinsi Si Sa Ket di pagi hari.
Situasi semakin memanas dengan beredarnya video di media sosial yang menunjukkan satu unit kendaraan peluncur roket ganda (MRL) sedang meluncurkan roket, sementara satu unit mobil terlihat berhenti di tengah jalan, diduga akibat serangan tersebut.
Gempuran dari kedua belah pihak tidak dapat dihentikan, menyebabkan kekacauan di area sekitar. Sebuah mini market menjadi sasaran serangan, dan warga setempat dilaporkan panik serta berusaha menyelamatkan diri dari rentetan serangan yang berlangsung selama beberapa jam.
Bentrokan pecah di enam lokasi berbeda dekat perbatasan kedua negara, sebagaimana dikutip dari Bangkok Post. Bahkan, Thailand mengerahkan jet tempur F-16 untuk mengantisipasi situasi yang semakin memburuk.
Diduga, konflik ini bermula dari aktivitas drone milik Kamboja yang berputar-putar di sekitar reruntuhan kuil Ta Muen Thom. Sejumlah tentara Kamboja yang membawa senjata, termasuk granat, mendekati pagar kawat berduri di depan pangkalan militer Thailand. Tentara Thailand pun berusaha menahan dan memperingatkan agar tidak terjadi eskalasi.
Sekitar pukul 08.20 waktu setempat, tentara Kamboja melancarkan tembakan ke arah pangkalan militer Moo Pa, yang berjarak sekitar 200 meter dari reruntuhan kuil tersebut. Pasukan Kamboja juga memasang artileri di wilayah permukiman warga, dengan menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia. Tembakan artileri kemudian diarahkan ke reruntuhan kuil sekitar pukul 08.50.
Akibat bentrokan ini, sejumlah orang dilaporkan meninggal dunia dan lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, sekitar 40.000 warga di daerah terdampak telah dievakuasi untuk menghindari bahaya yang lebih besar.
Peristiwa ini menandai memburuknya hubungan kedua negara yang selama ini sudah tegang. Pemerintah Thailand dan Kamboja pun meningkatkan kesiapsiagaan militer mereka, sementara upaya diplomasi masih terus dilakukan untuk meredakan ketegangan.
Sementara itu, situasi di perbatasan tetap rawan, dan masyarakat di kedua negara diimbau agar tetap waspada serta mengikuti arahan dari otoritas terkait.
- Penulis: mediagramindo


