Prarekonstruksi Dugaan Penganiayaan Oknum Polisi Terhadap Pelajar SMA
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 17 Mar 2025
- visibility 93
- print Cetak

Prarekonstruksi Dugaan Penganiayaan Oknum Polisi di Asahan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Asahan – Polres Asahan melakukan prarekontruksi kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap siswa SMA swasta, Pandu Brata Siregar.
Prarekontruksi dilakukan di beberapa tempat berbeda, dengan dihadirkannya tiga orang tersangka, yakni dua sipil, Dimas Adrianto, Yudi Siswoyo, dan oknum polisi Ahmad Efendi yang nota bene Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat, Ashan.
Rekontruksi awal para tersangka berkumpul di sebuah warung mie Aceh mendapatkan informasi adanya aksi balap liar.
Mendapatkan informasi tersebut, Bagol langsung berangkat ke lokasi untuk memastikan adanya aksi balap liar.
“Kemudian, dibilang Kanit (tersangka Ahmad Efendi) kalau ada nanti kabari saya,” ungkap tersangka Bagol saat dilakukan rekonstruksi, Senin (17/3/2025).
Dua adegan diperagakan diwarung warkop Agam, dengan Bagol mengecek lokasi di Kecamatan Simpang Empat terkait informasi balap liar.
Berpindah ke lokasi ke-2, Bagol yang mengendarai sepeda motor matic sendiri, disusul oleh Siswoyo dan Ipda Ahmad Efendi menggunakan sepeda motor WR 155 untuk membubarkan kumpulan warga tersebut.
Bongkar Makam Pandu Siregar yang Diduga Dianiya Oknum Polisi, Tim Khusus Dibentuk Polres Asahan
Sebelumnya diwartakan, Polres Asahan serius menanggapi dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum polisi terhadap seorang siswa, Pandu Brata Siregar (18).
Polres Asahan telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki perkara ini.
Kaur Bin Ops Satuan Reserse Kriminal Polres Asahan, IPTU Ahmadi menerangkan timnya kini sedang bekerja untuk melakukan penyelidikan terhadap adanya dugaan penganiayaan tersebut.
Jelasnya, dalam tim khusus yang dibentuk Kapolres Asahan itu, terbagi menjadi dua tim, yakni tim Reskrim dan tim Propam.
“Kapolres sudah mengeluarkan surat perintah (sprint) terhadap adanya dugaan yang seperti baru-baru ini viral. Kapolres bentuk dua unit, kami dari tim Reskrim menyelidiki pengungkapan dari kematiannya,” ungkap Iptu Ahmadi, Jumat (14/3/2025).
Katanya, tim khusus ini sudah dibekerja dan kini sedang melakukan pendalaman terhadap keterangan dari para saksi.
“Kami ini dibentuk untuk mencari kebenaran. Kami tidak ada libatkan dari Polsek Simpang Empat karena kasus ini ada disana. Ini murni tim internal dari Polres. Saat ini rekan kami masih mengambil keterangan rekan Pandu di sekolah, dan saat ini sebagian ada di Polsek Simpang Empat, dan ada di Universitas Asahan untuk menyelidiki seluruh yang bersangkutan dengan kasus ini,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat bersabar karena saat ini timnya sedang bekerja dan akan menegakkan keadilan.
“Karena kami saat ini belum bisa mengambil kesimpulan, kami masih menunggu,” katanya.
- Penulis: mediagramindo


