Program SPARTA Bangun Sekolah dengan Eco-Brick dari Sampah Plastik oleh OCBC
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 3 Mar 2025
- visibility 86
- print Cetak

Jenny Hartanto (National Network Head OCBC) pada saat meresmikan Sekolah PAUD Syamsul Huda yang dibangun menggunakan eco-brick yang terbuat dari sampah plastik.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Julie Anwar (Head of Human Resources OCBC)
Data dari BPS dan Statistik Pendidikan Provinsi NTB tahun 2023 mengungkapkan bahwa hampir 50% kelas SD di NTB masih dalam kondisi yang tidak baik dan memprihatinkan pada tahun ajaran 2022/2023.
Pada 28 Juli 2018 lalu, gempa bumi berkekuatan 6,4 Mw mengguncang Lombok NTB, merusak banyak wilayah, termasuk Lombok Utara. Di tengah kondisi ini, PAUD Syamsul Huda menjadi salah satu sekolah yang terdampak, sehingga bangunan sekolah tidak dapat digunakan. Sebelum gedung sekolah diperbaiki, anak-anak terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar di masjid terdekat & di dalam bangunan sementara.
Dalam kolaborasi dengan Happy Hearts Indonesia, Sekolah PAUD Syamsul Huda dibangun menggunakan eco-brick yang terbuat dari sampah plastik. Ini merupakan langkah inovatif untuk mengurangi limbah dan emisi karbon.
“Tahun ini, kami menargetkan pengumpulan 18.000 km dari aktivitas yang dilakukan oleh karyawan OCBC atau TAYTB Warriors. Kami dengan bangga mengumumkan bahwa kami berhasil melebihi target tersebut.
Selain berolahraga, para karyawan juga berkontribusi dengan mendonasikan barang-barang layak pakai, seperti buku bacaan untuk anak-anak usia PAUD, mainan, dan alat tulis untuk anak-anak di NTB,” tambah Julie.
Donasi yang terkumpul digunakan untuk pembangunan kembali fasilitas sekolah PAUD Syamsul Huda yang meliputi dua ruang kelas, satu toilet, furnitur, serta area bermain untuk anak-anak. Selain itu, upaya ini juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, dimana sebanyak 3,3 ton plastik berhasil didaur ulang dan emisi karbon dapat dikurangi sebanyak 7,7 ton.
Julie juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen OCBC untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, sejalan dengan prinsip #OCBCVolunteer yang mendorong keterlibatan aktif karyawan dalam kegiatan CSR.
Salah satu karyawan yang turut serta dalam kegiatan SPARTA di kategori Berlari adalah Jenny Hartanto, National Network Head OCBC, yang mengatakan
,“Setelah berpartisipasi di program SPARTA dua tahun berturut-turut, saya senang sekali karena OCBC mendukung saya untuk melakukan hal yang sangat saya sukai yaitu berlari, sekaligus tahun ini ikut berkontribusi untuk membantu adik-adik di PAUD Syamsul Huda Lombok agar bisa belajar dengan kondusif. Harapannya program SPARTA ini akan terus ada, karena saya dan TAYTB Warriors lainnya tidak sabar untuk mengikuti program ini lagi tahun depan.”
Tahun lalu, melalui kegiatan SPARTA perdana, OCBC melakukan penanaman 5.000 pohon mangrove jenis Rhizophora mucronata di dua lokasi Ekowisata Mangrove PIK dan Pulau Tidung Kecil untuk mengurangi emisi karbon dan menciptakan ekosistem yang seimbang, menjadi tempat hidup bagi berbagai spesies laut, melindungi pantai dari abrasi, dan menyediakan sumber daya alam berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
- Penulis: mediagramindo


