Solusi Limbah Dapur MBG, Menjaga Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis
- account_circle Zulfan ST MT ( Pengajar Fakultas Teknik Mesin, UNIVA Medan)
- calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
- visibility 503
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Untuk efisiensi maksimal digunakan sistem kombinasi Anaerob-Aerob. Proses Anaerob, berlangsung tanpa oksigen. Bakteri anaerob memecah senyawa organik kompleks menjadi lebih sederhana.

Proses ini sangat efektif untuk mengolah air limbah dengan kadar organik tinggi dan mengurangi volume lumpur secara signifikan, Proses Aerob Memanfaatkan bantuan oksigen (biasanya melalui aerator atau blower).
Bakteri aerob akan memakan sisa-sisa polutan yang belum terurai di tahap anaerob. Proses ini memastikan air hasil olahan menjadi lebih jernih dan bebas bau.
Rata-rata limbah cair yang dikeluarkan dapur MBG volume 30 m³ per hari, alur pengolahan dirancang secara sistematis melalui beberapa tahapan:
1. Grease Trap (Pemisah Lemak): Tahap krusial untuk menjebak minyak dan lemak hasil masakan agar tidak mengganggu kinerja bakteri di tahap selanjutnya.
2. Bak Ekualisasi: Penampungan sementara untuk menyeragamkan debit dan kualitas air limbah sebelum masuk ke ruang pengolahan utama.
3. Bio-Filter Anaerob: Air limbah melewati media penyaring (biomassa) di mana bakteri pengurai menempel dan bekerja dalam kondisi kedap udara.
- Penulis: Zulfan ST MT ( Pengajar Fakultas Teknik Mesin, UNIVA Medan)


