Solusi Limbah Dapur MBG, Menjaga Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis
- account_circle Zulfan ST MT ( Pengajar Fakultas Teknik Mesin, UNIVA Medan)
- calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
- visibility 501
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
4. Bio-Filter Aerob: Pemberian suplai udara ke dalam kolam agar bakteri aerob dapat mengoksidasi sisa polutan organik secara cepat.
5. Sedimentasi & Klorinasi: Pengendapan lumpur halus dan pemberian disinfektan (jika diperlukan) untuk membunuh bakteri patogen sebelum air dialirkan ke saluran umum.
6. Filtrasi, proses penyaringan air melalui media filter untuk menyaring padatan dan menyerap warna air, sehingga air yang dilepaskan lebih jernih
Dengan adanya pengolahan IPAL pada program MBG memberikan dampak positif yang luas, Menghindari ledakan pertumbuhan alga di sungai akibat limbah nutrisi berlebih, Menghilangkan sumber bau dan vektor penyakit (lalat/tikus) yang biasa muncul di sekitar limbah dapur, Melindungi cadangan air bersih di sekitar lokasi dapur MBG agar tetap layak konsumsi dan Menjamin operasional dapur MBG sesuai dengan regulasi lingkungan hidup yang berlaku di Indonesia.
Pengelolaan limbah dapur melalui IPAL kapasitas 30 m³ per hari bukan sekadar pemenuhan aspek teknis, melainkan investasi jangka panjang untuk memastikan bahwa program pemenuhan gizi anak bangsa tidak dibayar dengan kerusakan alam.
- Penulis: Zulfan ST MT ( Pengajar Fakultas Teknik Mesin, UNIVA Medan)


