Tangis Pecah di Pabrik Garmen PT Namnam, Ratusan Buruh di PHK
- account_circle Pipin
- calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
- visibility 143
- print Cetak

Peluk Tangis Buruh Pabrik Garmen di Cimahi Saat PHK.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan dari masyarakat dan pengamat industri terkait kondisi kawasan industri yang kian lengang.
Menanggapi situasi ini, Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) menyampaikan pandangannya. Sekretaris Jenderal APSyFI, Farhan Aqil Syauqi, menilai bahwa gelombang PHK di sektor tekstil dipicu oleh faktor eksternal dan internal.
Ia menegaskan bahwa lesunya pasar ekspor global dan masalah domestik turut memperburuk kondisi industri. Salah satu penyebab utama adalah masuknya produk impor yang terlalu berlimpah dan kebijakan kuota impor yang dianggap terlalu longgar.
APSyFI mendesak pemerintah agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan impor dan membatasi masuknya produk asing ke pasar domestik.

PT Namnam Fashion Industries yang berlokasi di Jalan Mahar Martanegara, gg Pelangi Bakti Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat.
Farhan menambahkan, “Switch ke pasar dalam negeri bisa menjadi jalan alternatif, tetapi impor harus dikurangi dulu. Stop impor dan evaluasi kuota secara menyeluruh.” ujarnya di kutip dari bisnis Indonesia.
- Penulis: Pipin


