Unggahan @DigitalGhostt Data Warga Jabar di Bobol Adalah Hoak
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 28 Jul 2025
- visibility 111
- print Cetak

Unggahan @DigitalGhostt data warga Jawa Barat di retas adalah Hoak, Senin (28/07).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa kabar dugaan pembobolan data 4,6 juta warga Jawa Barat yang diunggah oleh akun anonim di platform X (Twitter) bernama @DigitalGhostt merupakan informasi hoaks. Unggahan tersebut sempat viral setelah diunggah pada Rabu, 10 Juli 2025, pukul 16.33 WIB, dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Akun anonim tersebut mengunggah tangkapan layar yang menunjukkan penawaran data pribadi warga Jawa Barat dengan tulisan “4.6 million data of West Java Indonesian citizens [DATABASE]” lengkap dengan logo resmi Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Data yang diduga bocor tersebut berisi nama lengkap, alamat, Nomor Induk Kependudukan (NIK), email, hingga pekerjaan warga.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa kabar tentang pembobolan data warga tersebut adalah hoaks.
Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar dan disebarkan oleh akun anonim yang menggunakan logo Pemprov Jabar untuk meyakinkan masyarakat.
“Hasil koordinasi dengan Tim Cyber Polda Jabar dan Komdigi Jabar, kami pastikan bahwa kabar data warga Jawa Barat dibobol dan diperjualbelikan adalah hoaks. Informasi yang beredar itu adalah fitnah dan tidak berdasar,” ujar Herman Suryatman dalam acara Kabar Siang TVOne, Senin (28/07).
Herman Suryatman juga memberikan contoh data palsu yang diungkapkan akun tersebut, salah satunya atas nama Feri. Setelah dilakukan pengecekan, data tersebut berbeda dan tidak sesuai dengan data resmi Pemprov Jawa Barat.
Pihak Pemprov Jawa Barat bersama aparat keamanan dan tim siber terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan keamanan data warga serta mengantisipasi penyebaran informasi palsu yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.
Hingga saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa data pribadi warga Jawa Barat benar-benar bocor atau dijual di pasar gelap.
Pemprov Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
- Penulis: mediagramindo


