Warga Banjarbaru Keluhkan Kabut Asap Pekat Sebab Kebakaran Hitam
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
- visibility 113
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANJARBARU – Kualitas udara di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan mengalami penurunan drastis pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla menyebabkan kualitas udara masuk kategori berbahaya.
Berdasarkan data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Banjarbaru pada pukul 05.00 hingga 08.00 WITA berada di level berbahaya.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kalsel, Klaus Johannes Apoh Damanik mengatakan, konsentrasi PM2.5 di Banjarbaru mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 WITA.
Angka tersebut jauh melampaui ambang batas 250,5 mikrogram per meter kubik untuk kategori berbahaya menurut standar BMKG.
“Konsentrasi PM2.5 di Banjarbaru mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 WITA dan masuk kategori Berbahaya,” ujar Klaus dalam keterangan resmi, Rabu 19 Agustus 2026.

Jarak pandang asap kebakaran hutan Kalsel, 1 hingga 5 Meter, Rabu (19/08).
- Penulis: mediagramindo


