Warga Binaan UPTD Sei Buluh Sulap Cipratan Warna Jadi Batik Bernilai Ekonomi Tinggi
- account_circle Pipin
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
- visibility 74
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEBING TINGGI – Keterbatasan fisik terbukti bukan menjadi penghalang untuk melahirkan karya seni yang bernilai ekonomi tinggi. Di UPTD Pelayanan Sosial Tuna Daksa dan Tuna Netra Sei Buluh, Kota Tebing Tinggi, sebuah inovasi luar biasa tengah lahir dari tangan-tangan kreatif warga binaan melalui kerajinan “Batik Ciprat”.
Produk fesyen ini bukan batik biasa. Melalui metode ciprat manual, setiap lembar kain atau kaos yang dihasilkan dipastikan menjadi produk limited edition (edisi terbatas) yang tidak akan pernah bisa ditiru atau disamai oleh siapa pun, bahkan oleh pembuatnya sendiri.
Keunikan dan potensi besar inilah yang disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Sosial llll(Kadinsos) Sumatera Utara, Dr. Illyan Simbolon, S.STP, M.SP, saat mengunjungi UPTD tersebut, Rabu 8 Juli 2026.
“Di UPTD ini dihuni sekitar 30 orang yang terdiri dari teman-teman tuna netra dan tuna daksa. Kami mengkolaborasikan kemampuan mereka. Hasilnya luar biasa, cipratan manual ini membuat setiap baju atau kemeja yang diproduksi pasti limited edition, karena polanya tidak akan pernah bisa sama persis,” ujar Illyan dengan nada bangga.
- Penulis: Pipin


