Warga Binaan UPTD Sei Buluh Sulap Cipratan Warna Jadi Batik Bernilai Ekonomi Tinggi
- account_circle Pipin
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
- visibility 77
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dinsos Sumut sengaja menghadirkan instruktur profesional untuk membimbing warga binaan. Hasilnya, kain dan kaos batik ciprat yang mereka produksi mencerminkan ketelitian tinggi, kreativitas tanpa batas, serta semangat juang yang luar biasa.

Meski memiliki nilai estetika yang tinggi, Illyan mengakui bahwa program pembinaan yang sudah berjalan baik ini masih membentur dinding klasik, akses permodalan dan pemasaran.
Saat ini, bahan baku praktek yang digunakan masih seadanya. Untuk menaikkan kelas produk ini menjadi kualitas premium, dibutuhkan modal lebih untuk membeli bahan bakal kain, kaos, hingga zat perekat warna yang berkualitas tinggi agar produk akhir tidak mudah luntur dan nyaman dipakai.
“Instruktur sudah ada, pembinaan terus berjalan. Sekarang fokus kita adalah modal untuk meningkatkan kualitas bahan baku agar bernilai premium, serta membuka akses pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Bergerak cepat mengatasi tantangan tersebut, Dinsos Sumut tengah menjajaki kerja sama strategis dengan PT Pertamina. Pihaknya telah mengajukan proposal untuk mengamankan dukungan permodalan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
- Penulis: Pipin


