Demo Bone Pecah, Wartawan CNN dan UjungPena di Ancam Liputan
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
- visibility 81
- print Cetak

Foto : Salah satu pendemo yang di amankan Aparat menuntut penolakan kenaikan BBM 300 %
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bone – Demo penolakan kenaikan PBB berujung dua jurnalis menjadi korban intimidasi aparat saat ribuan massa menggelar unjuk rasa menolak kenaikan PBB-P2 300 persen di Kantor Bupati Bone, Sulawesi Selatan pada Selasa (19/8/2025). Keduanya adalah Zulkifli Natsir, kontributor CNN Indonesia dan Adry, jurnalis ujungpenamedia.co.id.
Jurnalis CNN Indonesia, peristiwa yang di alami Zulkifli terjadi sesaat setelah kericuhan pecah di halaman kantor bupati dirinya berusaha menyelamatkan diri ke lobi kantor bupati dari perihnya gas air mata.
“Awalnya itu saya masuk berlindung di kantor bupati dari asap gas air mata. Karena memang sesak,” kata Zulkifli kepada wartawan, Rabu (20/8/2025).
Saat menyelamatkan diri di lobi, ia pun melihat ada aparat yang terluka dan menyelamatkan diri ke dalam kantor bupati.
Zulkifli mengaku melihat seorang demonstran yang ditangkap dan dibawa masuk ke salah satu ruangan.
“Saya langsung ambil gambarnya dan merekam video. Takutnya jangan sampai dipukul juga itu (demonstran),” jelasnya.
Seketika setelah ia merekam gambar, sejumlah aparat yang berada di lobi Kantor Bupati Bone itu langsung berteriak kepada dirinya. Tak hanya itu, Zulkifli mengaku didatangi aparat lalu diintimidasi.
“Ada yang piting (leher) saya, ada juga yang berusaha rampas HP saya. Katanya tidak boleh merekam di sini, karena ini area steril,” beber Zulkifli.
Zulkifli pun sempat berulangkali menjelaskan bahwa dirinya adalah jurnalis, namun hal itu tidak membuat aparat berhenti mengintimidasi dirinya.
“Saya sudah bilang saya dari media Pak. Tapi mereka paksa saya hapus gambar. HP saya dirampas dari tangan saya. Saya bilang jangan hapus semuanya pak,” akunya.
Ketegangan itu pun sempat mereda setelah Dandim 1407 Bone, Letkol Inf Laode Muhammad Idrus datang ke lobi Kantor Bupati Bone.
“Mereka sempat lepas saya, terus ditarik lagi ke tempat duduk, sempat juga ada Dandim yang menyusul. Yang saya jengkel, ada beberapa video dihapus,” ucapnya.
Intimidasi Jurnalis lainnya juga diderita oleh media ujungpenamedia, Adry juga mengaku mendapat intimidasi dari aparat yang mengamankan demo terkait kenaikan PBB tersebut.
Parahnya lagi Ia bahkan mengaku dua kali diintimidasi di dua tempat yang berbeda.
Menurut Adry kejadian itu juga bermula tak lama setelah kericuhan pecah di halaman kantor bupati. Ia yang sedang melakukan siaran langsung (live) di sosial media kantornya pun lalu berusaha menyelamatkan diri dari lemparan batu demonstran dan tembakan gas air mata dari polisi.
“Pas saya masuk ke lobi untuk cuci muka karena perih gas air mata saya lupa matikan live di hp saya. Disitu saya tiba-tiba diteriaki aparat dia bilang tidak ada live di sini, tidak ada media disini, matikan, matikan,” Adry menceritakan.
Dikarenakan suasana tidak kondusif didalam Kantor Bupati, Adry melakukan siaran langsung saat meliput aksi kericuhan di luar kantor bupati. Larangan itu bahkan disertai dengan pengancaman.
“Yang kedua ini sudah diluar. Saya lanjutkan live. Tidak lama saya diteriaki, jangan live disini jangan sampai kamu juga diseret (seperti demonstran yang ditangkap),” jelasnya.
Prilaku pihak keamanan kepada Jurnalis saat mengamankan para pendemo sudah memperburuk hubungan antara Media dan Aparat terutama sewenang-wenang menghapus video milik awak media yang tugasnya menyampaikan informasi kepada masyarakat.
- Penulis: mediagramindo


