Gonjang-ganjing Minyak Dunia Imbas Perang di Timur Tengah
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
- visibility 363
- print Cetak

BBM Eceran dan Sepeda Listrik ditengah gejolak harga Minyak Dunia Meroket (foto:Yuli Ana)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mediagram – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyebabkan lonjakan harga minyak dunia yang berimbas pada sulitnya menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
Kondisi ini membuat langkah penyesuaian harga BBM menjadi opsi yang dianggap rasional oleh pemerintah untuk menjaga kestabilan fiskal negara.
Ekonom Hendry Cahyono menegaskan, pemerintah harus segera melakukan langkah antisipasi apabila harga minyak dunia tetap tinggi dan tidak turun dalam waktu dekat.
Ia mengingatkan bahwa pada 2013 lalu, Indonesia pernah mengalami situasi serupa saat harga minyak dunia menembus USD 100 per barel dan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) mencapai USD 114 per barel.
“Pada tahun 2013 ICP sempat naik USD 114 per barel, namun kebijakan fiskal saat itu cepat dan responsif terhadap kenaikan harga BBM,” kata Hendry dalam wawancara yang dikutip dari Liputan6 com, Sabtu (28/03).
Hendry memproyeksikan, dengan asumsi harga minyak berada di kisaran USD 85–USD 92 per barel, harga Pertalite kemungkinan akan mengalami kenaikan sekitar 5%–10%, menjadi Rp 10.500 hingga Rp 11.000 per liter dari harga sebelumnya Rp 10.000.
- Penulis: Admin


