Kenaikan Tarif Donald Trump Terhadap China Berbuntut Pergeseran Produksi iPhone
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
- visibility 82
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mediagramindo – Langkah produksi iPhone ini diambil sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas produksi di China, terutama di tengah ketegangan perdagangan yang muncul akibat kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden AS, Donald Trump.
Apple berencana mengimpor sebagian besar iPhone yang dijual di AS dari India pada akhir tahun depan. Langkah ini untuk mengurangi ketergantungan pada China, menghindari risiko tarif dan ketegangan geopolitik.
Menurut sumber Bloomberg, Apple ingin meningkatkan produksi iPhone di India menjadi lebih dari 80 juta unit per tahun.
Ini artinya jumlah produksi mereka di India naik dua kali lipat hingga Maret 2025, Apple akan merakit lebih dari 40 juta iPhone di India, sementara perusahaan ini menjual lebih dari 60 juta iPhone setiap tahun di AS.
Apple berencana mengalihkan produksi iPhone untuk pasar Amerika Serikat (AS) ke India menurut pemberitaan yang beredar, Sabtu (26/4)

Dikabarkan penerapan pajak impor tinggi terhadap barang-barang asal China akibat perang dagang AS dengan China sebagai alasan perusahaan mencari solusi yang lebih layak secara ekonomi untuk memproduksi perangkat.
Laporan pada April 2024 menyebutkan bahwa sekitar 14 persen dari semua iPhone di dunia dibuat di India, dan para analis memperkirakan pangsanya akan tumbuh menjadi 25 persen pada akhir tahun 2025.
Jumlah ini kemungkinan terus bertambah, karena Apple akan menggandakan produksi untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 60 juta iPhone setiap tahun di pasar AS pada akhir 2026.
- Penulis: mediagramindo


