Satu Orang Santri Meninggal Usai Bangunan Mushola Ambruk
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 29 Sep 2025
- visibility 108
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo – Bangunan mushalla pondok pesantren Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk pada Senin sore ketika ratusan santri sedang melaksanakan shalat berjamaah di lantai bawah.
Peristiwa itu membuat santri panik dan sejumlah pihak segera melakukan evakuasi.
Insiden dilaporkan terjadi sekitar pukul 15:35 WIB. Basarnas Jawa Timur menerima laporan bahwa kejadian bermula saat kegiatan pengecoran bangunan telah berlangsung sejak pagi di lokasi pondok pesantren tersebut.

Menurut keterangan Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, pihaknya menerima informasi terkait peristiwa itu.
Salah satu santri kelas tujuh Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al Khoziny, Wahid, menceritakan bahwa mushalla sempat bergoyang sebelum akhirnya ambruk.
“Ketika masuk rakaat kedua, bagian ujung mushola ambruk, lalu merembet ke bagian lain gedung,” ujarnya. Wahid juga mengaku berhasil menyelamatkan diri dan mengajak santri lain untuk segera evakuasi.
Basarnas Surabaya mencatat ada satu santri meninggal, dan tiga santri berhasil dievakuasi dari reruntuhan beton.
“Sampai saat ini tercatat ada satu santri meninggal, tiga santri berhasil dievakuasi dari reruntuhan beton dan sudah dilarikan ke RS,” kata Instruktur SAR Kantor Basarnas Surabaya, Johan Saptadi, Senin (29/09).

Selain korban meninggal, ada sekitar 18 korban lainnya mengalami luka-luka. Kemudian, belasan santri lainnya belum ditemukan.
Bangunan yang ambruk merupakan musala asrama santri putra yang sedang dalam tahap renovasi. Bangunan ambrul ditengerai gak mampu menahan beban bangunan yang dalam proses pembangunan lantai 5.
Ratusan aparat gabungan dari Basarnas, BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, serta relawan hingga kini masih berjibaku di lokasi untuk melakukan evakuasi. Kendala utama yang dihadapi adalah material bangunan yang cukup berat, dan menumpuk di titik utama reruntuhan.
- Penulis: mediagramindo


