Kementerian Perdagangan Tegaskan Kondisi Dunia Sedang Tidak Baik-baik Saja
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
- visibility 120
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa kondisi perekonomian global saat ini sedang menghadapi tantangan besar. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Internasional Badan Kebijakan Perdagangan Kemendag, Olvy Andrianita, saat peluncuran laporan bertajuk “Perdagangan dan Investasi Berkelanjutan 2025” di Auditorium CSIS, Jakarta Pusat, Jumat (20/06).
Dalam kesempatan tersebut, Olvy menegaskan bahwa Indonesia harus mampu menyikapi dinamika dunia yang sedang tidak stabil secara bijak. Ia menambahkan bahwa saat ini dunia tidak lagi menerapkan skema pasar tunggal, melainkan beralih ke era rantai pasok global yang semakin kompleks.
Olvy menilai, momen ini harus dimanfaatkan Indonesia, terutama dalam aspek keberlanjutan dan penguatan ekonomi. Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan negara-negara terhadap regulasi internasional guna menjaga kestabilan dan keadilan dalam perdagangan internasional.
“Kondisi saat ini sangat rumit dan penuh tantangan. Oleh karena itu, perdagangan berkelanjutan menjadi salah satu instrumen penting dalam menghadapi situasi ini,” ujar Olvy.
Ia juga menekankan bahwa sikap adil dari negara-negara lain menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan dan keberlanjutan dalam perekonomian global.
Kendati menghadapi situasi yang penuh tantangan, Olvy mengajak semua pihak untuk tetap optimis dan fokus pada upaya kolaborasi demi mencapai stabilitas dan keberlanjutan ekonomi nasional dan internasional.
- Penulis: mediagramindo


