MPR RI Tegaskan Reshuffle Kabinet Merah Putih Hak Prerogatif Presiden Prabowo
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 2 Jun 2025
- visibility 99
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan bahwa rencana perombakan susunan kabinet dalam Kabinet Merah Putih merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Muzani menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden dan belum ada informasi resmi mengenai waktu maupun anggota kabinet yang akan di-reshuffle.
Saat dimintai keterangan usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Muzani menyampaikan, “Saya belum dengar soal rencana reshuffle. Itu semua hak prerogatif Presiden. Apakah Presiden menganggap perlu, kapan, siapa, saya belum tahu sama sekali.” Senin (02/06).
Isu tentang kemungkinan perombakan kabinet mencuat setelah Presiden Prabowo beberapa kali mengingatkan pejabat negara untuk menjalankan tugas dengan baik, bahkan memberi sinyal akan melakukan evaluasi terhadap pejabat yang tidak mampu menjalankan tugasnya.
Dalam pidatonya saat memimpin upacara di Lapangan Kementerian Luar Negeri, Presiden menegaskan tidak akan segan memberhentikan pejabat yang tidak mampu, serta menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam seluruh aspek pemerintahan.
Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa kekayaan bangsa Indonesia harus dinikmati seluruh rakyat dan menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi kemiskinan serta kelaparan di Tanah Air. Ia mengajak rakyat untuk turut serta mengawasi dan melaporkan segala bentuk pelanggaran, termasuk korupsi, melalui teknologi yang tersedia.
“Jangan ragu-ragu, jika melihat pejabat atau pemimpin melanggar, laporkan! Sekarang rakyat bisa memanfaatkan gadget untuk menyebarkan bukti pelanggaran. Jangan biarkan penyelewengan berlanjut,” tegas Presiden.
Menanggapi pidato tersebut, Muzani menyatakan bahwa peringatan Presiden tidak hanya ditujukan kepada para menteri, tetapi juga kepada lembaga perwakilan rakyat dan seluruh pejabat publik.
Ia menilai pesan tersebut sebagai pengingat penting agar seluruh pihak yang menjabat menjaga integritas dan melaksanakan tugas dengan baik.
“Presiden mengingatkan seluruh pihak yang menjabat di posisi publik, termasuk pemimpin partai politik,” ujar Muzani.
Sementara itu, belum ada kepastian dari pihak Istana mengenai rencana reshuffle kabinet tersebut. Hingga saat ini, Presiden Prabowo masih fokus pada implementasi kebijakan dan penguatan pemerintahan sesuai hak prerogatifnya.
- Penulis: mediagramindo


