Mahasiswa Unhas Gandeng Duta Petani Milenial Ekspor ke Jepang
- account_circle Pipin
- calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
- visibility 224
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Paling bikin melongo, Abdul Rahman juga sukses garap usaha hortikultura 35 hektare dan produknya tembus ekspor ke Jepang.
“Rahasianya bukan cuma jago nanem. Tapi organisasinya harus kuat, SDM nya jalan terus, sama jaringannya luas,” ujar Abdul Rahman.
Menurutnya, P4S itu pabriknya petani mandiri. “Ketika kelembagaan diperkuat, transfer teknologi, peningkatan kapasitas, sampai pengembangan usaha tani bisa jalan efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Fadel Muhammad S., Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, bilang penguatan kelembagaan ini penting biar program Mannennungeng gak berhenti pas mahasiswa pulang.

“Kami pengen P4S Lamellong jadi pusat pembelajaran sekaligus mesin inovasi di tingkat desa. Makanya pesertanya gak cuma denger materi, tapi juga belajar langsung dari yang udah berhasil,” kata Fadel melalui pesan tertulis, Rabu (05/08).
Sambutan positif juga datang dari Burhanuddin, S.P., Ketua P4S Lamellong. Dia bilang materi Sikola P4S ngasih gambaran jelas buat bikin P4S lebih profesional dan manfaatnya lebih luas buat petani.
- Penulis: Pipin


