Rico Waas Ajak Pemuda Medan Tumbuhkan Patriotisme, Kegigihan dan Empati di Hari Sumpah Pemuda ke-98
- account_circle Pipin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 9
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ia meminta generasi muda tidak mudah menyerah dan tetap memiliki daya juang yang kuat.
Selain patriotisme dan kegigihan, Rico Waas juga menekankan pentingnya empati. Empati tersebut harus diwujudkan dalam kepedulian nyata kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kalau misalnya kita mempunyai sesuatu hal lebih, tentunya kita harus berempati. Begitu banyak masyarakat kita yang masih membutuhkan perhatian, adik-adik kita, bahkan masih banyak anak-anak kita yang belum bersekolah. Jadi, empati kita ini harus bisa dipupuk dengan baik,” ungkapnya.
Menurut Rico Waas, ketiga nilai tersebut penting ditanamkan sejak dini karena pemuda hari ini adalah calon pemimpin bangsa di masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
“Kadang-kadang kita mungkin merasa, mungkinkah kita menjadi negara yang maju dan kuat? Bisa. Yakinlah, kita harus optimistis untuk itu,” tuturnya.
Pada upacara tersebut, Rico Waas bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Dalam sambutan Menpora disebutkan, “Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya.”
- Penulis: Pipin


